Cara Memilih Ukuran Frame Sepeda Klasik dari Tinggi Badan
Ukuran yang nyaman bukan hanya soal angka pada frame. Tinggi badan, panjang kaki, posisi tangan, cara turun-naik, dan kebutuhan membawa barang sama-sama memengaruhi rasa sepeda saat dipakai. Karena itu, ukuran final selalu kami cek berdasarkan frame yang tersedia.
Tinggi badan adalah titik mulai, bukan jawaban akhir.
Tinggi badan membantu menyaring pilihan awal, tetapi ukuran antarmodel tidak selalu setara. Bentuk top tube, tinggi standover, ukuran roda, dan posisi setang dapat membuat dua frame dengan angka sama terasa berbeda.
Saat mengirim brief custom, cantumkan tinggi badan serta pengalamanmu dengan sepeda sebelumnya. Jika pernah merasa terlalu menjangkau setang atau sulit berhenti dengan nyaman, hal itu juga penting untuk diketahui.
Tentukan posisi berkendara yang kamu inginkan.
Untuk city riding santai, banyak orang mencari posisi yang lebih tegak agar pandangan ke jalan terbuka dan tangan tidak menahan terlalu banyak beban. Posisi ini berbeda dengan kebutuhan sepeda yang dipakai berlari cepat atau menempuh jarak panjang.
Setang, stem, dan sadel memang dapat membantu menyempurnakan posisi, tetapi tidak dapat sepenuhnya memperbaiki frame yang sejak awal terlalu besar atau terlalu kecil. Itulah alasan frame diperiksa lebih dahulu.
Bawa konteks penggunaan harianmu.
Apabila sepeda dipakai ke kampus, kantor, kedai, atau belanja ringan, jelaskan rute dan barang yang sering dibawa. Basket, rack, serta boncengan dapat memengaruhi setup yang paling nyaman dan aman.
Kami mencocokkan semua informasi tersebut dengan frame yang benar-benar tersedia sebelum memberi ringkasan tertulis. Dengan begitu, ukuran, komponen, harga, dan waktu pengerjaan dapat disetujui dengan lebih tenang sebelum DP.
Sudah siap mulai?
Kirim arah yang paling mendekati kebutuhanmu. Kami cek frame, ukuran, detail, harga final, serta waktu pengerjaan sebelum DP.
Kirim Brief Ukuran & Kebutuhan